Sabtu, 03 Desember 2011

BBLR


BBLR (berat bayi lahir rendah) adalah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram.
Berkaitan dengan tahapan hidupnya, BBLR dibedakan menjadi :

1.      BBLR, berat lahir 1500-2500 gram
2.      BBL sangat rendah, berat lahir <1500 gram
3.      BBL ekstrem rendah, berat <1000 gram

ETIOLOGI
Bayi dengan berat lahir rendah dapat terjadi karena gangguan pertumbuhan saat kehamilan. Gangguan ini berasal dari berbagai faktor antara lain:
1.      Faktor ibu
-          Penyakit DM, nefritis akut,hipertensi,TBC,jantung
-          Pendarahan antepartum placenta [revia
-          Trauma fisik dan psikologis
-          Gizi jelek
-          Anemia
-          Obat-obatan, rokok, alkohol.
2.      Faktor Janin
-          Hidramnion
-          Kehamilan ganda
-          Kehamilan kromosom
3.      Faktor Lingkungan
-          Tempat tinggal yang tidak menunjang kesehatan; mudah terjadi infeksi
-          Radiasi
-          Zat – zat racun
BBLR mungkin terjadi dikarenakan oleh :
-          Dismatur   ; cukup
-          Prematur    ; kurang  bulan

o  Tanda Bayi Prematur
1.      BB < 2500 gram                      LK < 33 cm
PB < 45 cm                             LD < 30 cm
2.      Masa gestasi < 37 minggu
3.      Kepala > badan
4.      Kulit tipis tranparan
5.      Lainnya banyak, terutama pada dahi, pelipis, telinga dan lengan.
6.      Lemak subkutan kurang
7.      Ubun–ubun dan sutura lebar
8.      Genetalia belum sempurna, labia minora belum tertutup oleh labia mayora pada bayi perempuan dari pada bayi laki–laki testis belum turun.
 
o    Beberapa penyakit yang berhubungan dengan prematur:
-     Syndrom gangguan pernafasan idiopatik
-Pnemonia apirasi karena reflek menelan dan batuk belum sempurna
-           Pendarahan spontan dalam ventrikel otak lateral akibat anomix otak ( erat    kaitannya dengan gangguan pernafasan)
-Hyperbilirubinemia karena fungsi hati belum matang
-Hipotemi.
o     Tanda Bayi Dismatur
        Sama dengan tanda prematur hanya saja;
-            Umur Gestan > 37 minggu (aterm)
-            Lanugo sudah berkembang
-            Genetalia eksterna sudah sempurna.
o    Beberapa penyakit yang berhubungan dengan dismature
-          Syndrom aspirasi mekonium
-          Hipoglikemia
-          Hyperbilirubinemia
-          Hipotermia.

PENATALAKSANAAN
BBLR sangat membutuhkan perawatan yang intensif karena sangat rentan terhadap hipotermi, infeksi, dan mempunyai resiko kematian yang tinggi( Depkes.2001), Oleh karena itu yang harus diperhatikan dalam BBLR;
1.      Mempertahankan suhu tubuh
2.      Mencegah infeksi dengan ketat
3.      Pengawasan nutrisi
4.      Penimbangan ketat
BBLR (berat bayi lahir rendah) adalah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram.
Berkaitan dengan tahapan hidupnya, BBLR dibedakan menjadi :
1.      BBLR, berat lahir 1500-2500 gram
2.      BBL sangat rendah, berat lahir <1500 gram
3.      BBL ekstrem rendah, berat <1000 gram

ETIOLOGI
Bayi dengan berat lahir rendah dapat terjadi karena gangguan pertumbuhan saat kehamilan. Gangguan ini berasal dari berbagai faktor antara lain:
1.      Faktor ibu
-          Penyakit DM, nefritis akut,hipertensi,TBC,jantung
-          Pendarahan antepartum placenta [revia
-          Trauma fisik dan psikologis
-          Gizi jelek
-          Anemia
-          Obat-obatan, rokok, alkohol.
2.      Faktor Janin
-          Hidramnion
-          Kehamilan ganda
-          Kehamilan kromosom
3.      Faktor Lingkungan
-          Tempat tinggal yang tidak menunjang kesehatan; mudah terjadi infeksi
-          Radiasi
-          Zat – zat racun
BBLR mungkin terjadi dikarenakan oleh :
-          Dismatur   ; cukup
-          Prematur    ; kurang  bulan

o  Tanda Bayi Prematur
1.      BB < 2500 gram                      LK < 33 cm
PB < 45 cm                             LD < 30 cm
2.      Masa gestasi < 37 minggu
3.      Kepala > badan
4.      Kulit tipis tranparan
5.      Lainnya banyak, terutama pada dahi, pelipis, telinga dan lengan.
6.      Lemak subkutan kurang
7.      Ubun–ubun dan sutura lebar
8.      Genetalia belum sempurna, labia minora belum tertutup oleh labia mayora pada bayi perempuan dari pada bayi laki–laki testis belum turun.

o    Beberapa penyakit yang berhubungan dengan prematur:
-     Syndrom gangguan pernafasan idiopatik
-Pnemonia apirasi karena reflek menelan dan batuk belum sempurna
-           Pendarahan spontan dalam ventrikel otak lateral akibat anomix otak ( erat    kaitannya dengan gangguan pernafasan)
-Hyperbilirubinemia karena fungsi hati belum matang
-Hipotemi.
o     Tanda Bayi Dismatur
        Sama dengan tanda prematur hanya saja;
-            Umur Gestan > 37 minggu (aterm)
-            Lanugo sudah berkembang
-            Genetalia eksterna sudah sempurna.
o    Beberapa penyakit yang berhubungan dengan dismature
-          Syndrom aspirasi mekonium
-          Hipoglikemia
-          Hyperbilirubinemia
-          Hipotermia.

PENATALAKSANAAN
BBLR sangat membutuhkan perawatan yang intensif karena sangat rentan terhadap hipotermi, infeksi, dan mempunyai resiko kematian yang tinggi( Depkes.2001), Oleh karena itu yang harus diperhatikan dalam BBLR;
1.      Mempertahankan suhu tubuh
2.      Mencegah infeksi dengan ketat
3.      Pengawasan nutrisi
4.      Penimbangan ketat

o    Penanganan di BPS / PUSKESMAS/RS
 BBLR yang terdapat di BPS / puskesmas penatalaksanaannya antara lain;
1.     Keringan secepatnya dengan handuk kering dan bersih
2.     Kain yang bersih secepatnya diganti dengan yang kering, bersih agar tetap hangat
3.     Langsung dilakukan kontak kulit bayi dengan ibu
4.     Berikan penghangatan yaitu sinar lampu 60 watt 
5.     Berikan 02 bantuan
6.     Kepala bayi terutama ubun-ubun besar untuk mengurangi evaporasi.
7.     Tali pusat dirawat,dijepit,dipotong,diikat, lalu dibungkus kasa steril kering, lalu dijaga tetap bersih.
8.     Berikan ASI bila bayi bisa menelan, bila bayi tidak bisa menelan rujuk.

o  Penanganan BBLR di Rumah sakit antara lain:
  1. Sama dengan perawatan di PUSKESMAS
  2. Berikan asupan nutrisi (ASI) lewat sonde, pemberian dilakukan secara bertahap sesuai dengankemampuan bayi menyerap zat-zat makanan/ASI yang diberikan.
  3. Bila tidak mungkin diinfus dengan dextrose 10 % + bicarbonat natrium 45 % ASI.
  4. Pemberian antibiotik.
Jenis Antibiotik
Dosis
Frekuensi
-          Benzin penicilin

-          Injeksiampicilin
500.000 u/Kg BB/hr/per IM
50mg/Kg BB/hr IM/IV
Tiap 12 jam

Tiap 8 jam
Dikombinasi dengan


-          Injeksiaminoglukosida (gentamicin)
-          Eritromicin
2.5 mg/Kg BB/hr per IM/IV
50 mg/Kg BB/hr
Tiap12jam

Dalam 3dosis
o    Penanganan di BPS / PUSKESMAS/RS
 BBLR yang terdapat di BPS / puskesmas penatalaksanaannya antara lain;
1.     Keringan secepatnya dengan handuk kering dan bersih
2.     Kain yang bersih secepatnya diganti dengan yang kering, bersih agar tetap hangat
3.     Langsung dilakukan kontak kulit bayi dengan ibu
4.     Berikan penghangatan yaitu sinar lampu 60 watt 
5.     Berikan 02 bantuan
6.     Kepala bayi terutama ubun-ubun besar untuk mengurangi evaporasi.
7.     Tali pusat dirawat,dijepit,dipotong,diikat, lalu dibungkus kasa steril kering, lalu dijaga tetap bersih.
8.     Berikan ASI bila bayi bisa menelan, bila bayi tidak bisa menelan rujuk.

o  Penanganan BBLR di Rumah sakit antara lain:
  1. Sama dengan perawatan di PUSKESMAS
  2. Berikan asupan nutrisi (ASI) lewat sonde, pemberian dilakukan secara bertahap sesuai dengankemampuan bayi menyerap zat-zat makanan/ASI yang diberikan.
  3. Bila tidak mungkin diinfus dengan dextrose 10 % + bicarbonat natrium 45 % ASI.
  4. Pemberian antibiotik.
Jenis Antibiotik
Dosis
Frekuensi
-          Benzin penicilin

-          Injeksiampicilin
500.000 u/Kg BB/hr/per IM
50mg/Kg BB/hr IM/IV
Tiap 12 jam

Tiap 8 jam
Dikombinasi dengan


-          Injeksiaminoglukosida (gentamicin)
-          Eritromicin
2.5 mg/Kg BB/hr per IM/IV
50 mg/Kg BB/hr
Tiap12jam

Dalam 3dosis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar